Layanan Jual Beli Ban Serta TMS
PT. PRIMA GLOBAL TECHNIC
Phone : +62 542 851 2815
Mobile : 0821 5022 3255
  Email : info@priglotech.com
Ban adalah merupakan salah satu komponen terpenting dari kendaraan karena peranannya dalam fungsi keamanan, stabilitas arah serta kenyamanan dari kendaraan. Dalam aplikasinya ban kendaraan dibedakan berdasarkan kondisi dari operasi, berdasarkan tipe dan ukuran serta berdasarkan struktur dari carcass atau casing.

Hambatan rolling yang terjadi pada ban disebabkan oleh sifat hysterisis ban karena adanya defleksi dari ban. Akibat adanya defleksi ban pada saat rolling, dan sifat material ban yang tidak cepat kembali setelah terdefleksi. Sedangkan koefisien gesek pada berbagai kondisi jalan tergantung pada kecepatan kendaraan. Metode penelitian dengan melakukan variasi tipe ban (ban radial, ban bias), yaw, kontak permukaan jalan (aspal, batu kwarsa, dan beton) dan kecepatan kendaraan untuk memperoleh seberapa besar gaya dorong gabungan tingkatan transmisi pada kendaraan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya traksi yang terbesar untuk ketiga kontak permukaan jalan terjadi pada kondisi jalan batu kwarsa dengan menggunakan ban bias, dengan variasi sudut yaw untuk berbagai kondisi bukanlah merupakan faktor dominan yang mempengaruhi traksi kendaraan tetapi dapat mengganggu kestabilan kendaran. Pemilihan tipe ban radial sebagai alternatif untuk konsumsi bahan bakar yang lebih irit dengan tingkat keamanan yang lebih baik (daya cengkeraman baik) dibanding ban bias karena memiliki F bias & gt;F radial (konsumsi bahan bakar yang ditransformasi mesin ke roda lebih besar untuk ban bias dibanding ban radial) berkisar ± 0,5 – 2.5%.

Ban adalah merupakan salah satu komponen terpenting dari kendaraan karena peranannya dalam fungsi keamanan stabilitas arah serta kenyamanan kendaraan. Dilihat dari struktur carcass atau casing ban, maka ban dapat digolongkan atas ban bias dan ban radial. Ban bias yang sering juga disebut ban dengan serat silang yaitu dimana serat-serat penguat pada carcass atau
casing disusun menyilang. Ban radial adalah ban dimana serat-serat penguat pada carcass disusun secara radial.

Ban radial umumnya mempunyai aspek ratio yaitu perbandingan tinggi dan lebar lebih kecil dari ban bias. Ban radial dengan aspek ratio yang kecil secara umum mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk menahan gaya ke samping.

Kekasaran permukaan jalan adalah merupakan faktor utama yang mempengaruhi koefisien gesek antara ban dan jalan. Untuk jalan yang kering dengan permukaan yang halus akan memberikan koefisien gesek yang besar antara ban dan jalan, namun sebaliknya jika dalam keadaan basah maka akan memberi koefisien gesek yang kecil.

Easton dan Moore melakukan studi tentang koefisen gesek, dari data yang dihasilkan dapat dirumuskan pengaruh kecepatan dan kekasaran permukaan jalan terhadap koefisien gesek ban dan jalan.

J.L Harned, Johnston dan sharpt juga di dapat hubungan antara koefisien gaya rem dan skid dari roda untuk berbagai jenisi kondisi jalan. JJ.Taborek dari hasil studinya memberikan Koefisien adhesi rata-rata antara ban dan jalan untuk bermacam jenis jalan.Hasil eksperimennya menunjukkan bahwa koefisien adhesi pada saat roda lock bukanlah harga terbesar. Harga Koefisien adhesi terbesar terjadi pada saat skid sekitar 15-20%.

Tsuchiya Watanabe dan Matsuka memberikan hubungan antara gaya belok (samping) dengan sudut slip untuk ban gundul dan ban baru. Terlihat bahwa pada gaya samping yang sama, ban gundul mempunyai sudut slip lebih kecil dibanding dengan ban baru disebabkan adanya konstribusi dari kembangan ban terhadap sudut slip.

Philip menyatakan untuk ban bias maupun radial, gaya traksi atau gaya rem pada gaya lateral yang sama akan menaikkan besarnya sudut slip.

S.K Clark dari National Bereau of Standards, USA, menunjukkan bahwa ban radial umumnya mempunyai koefisien hambatan rolling lebih kecil dari ban bias, hal ini lebih terasa pada kecepatan yang lebih tinggi. Untuk ban yang tanpa kembangan mempunyai koefisien hambatan rolling yang jauh lebih kecil dibanding dengan ban kembangan. Ban yang terbuat dari karet sintetis compound umumnya mempunyai koefisien hambatan rolling sedikit lebih tinggi
dibanding jika memakai karet alam.

2.1.Gaya Adhesi dan Gaya Hysteris
Kekasaran permukaan jalan ditunjukkan dalam bentuk tonjolan-tonjolan yang akan kontak dengan karet dari ban. Jika gaya F terjadi tangensial pada permukaan jalan, dimana permukaan karet bergerak relatif terhadap permukaan jalan, maka karet yang elastis akan mengikuti bentuk kekasaran dari permukaan jalan. Akibat gerakan tersebut akan terjadi gaya gesekan sebesar F yang arahnya berlawanan dengan arah gerakan yang terdiri dari komponen gaya adhesi dan gaya
hysterisis.
F = F adh + F hyst (2.1)
Dimana:
F = Gaya gesekan
Fadh = Gaya adhesi
Fhyst = Gaya hysterisis

Gaya hysterisis terjadi karena adanya distribusi tekanan yang tidak simetris pada karet. Jika tidak terjadi gerakan relatif antara ban dan jalan maka distribusi tekanan pada ban cenderung simetris dan gaya hysteris tidak terjadi. Jika terjadi kecepatan relatif yang makin besar maka distribusi tekanan makin tidak simetris dan gaya hysterisis akan makin besar. Jika jalan halus dan keras maka komponen gaya hysterisis tidak ada, gaya gesekan seluruhnya disebabkan oleh gaya adhesi. Sebaliknya jika permukaan jalan adalah kasar dan penuh dengan pelumasan maka komponen gaya adhesi tidak ada.

Jika setiap komponen persamaan 2.1
dibagi dengan W maka di dapat persamaan
koefisien gesek sebagai berikut:
μ = μadh hyst (2.2)
Dimana:
μ = Koefisien gesek total
μadh = Koefisien adhesive
μhyst = Koefisien hysterisis

Secara keseluruhan koefisien dari hambatan rolling dipengaruhi oleh banyak faktor dengan hubungan yang kompleks sehingga sangat sulit dicari perumusan matematis dari hubungan tersebut. Karena rumitnya fenomena interaksi faktor-faktor pengaruh dari hambatan rolling maka besarnya hambatan rolling masih bergantung pada hasil eksperimen.

Rumus empiris pertama yang
dihasilkan dari eksperimen adalah koefisien hambatan rolling (fr) untuk ban dari kendaraan
penumpang yang berjalan pada jalan beton.




Dimana:
fo dan fs = Koefisien tergantung pada tekanan ban
V = Kecepatan kendaraan, km/jam
Gb diatas Formasi Standing Waves pada ban
Kecepatan Tinggi

Gb diatas Karakteristik Perilaku Ban
(a) Traksi (b) Pengereman


Solusi Terbaik
Untuk Ban Anda

Tire Product


Prima Tire Link

Indonesian Tire Media Center merupakan suatu layanan media informasi mengenai perkembangan tire,wheel dan rim di Indonesia.

Merupakan supplier ban baru,ban vulkanisir baik ban PCR,TBR maupun ban OTR.Serta menyediakan layanan training tire,konsultasi ,repair & maintenance serta tire manajemen system.

Contact Us

PT.PRIMA GLOBAL TECHNIC
Buka hari Senin-Jumat :
Jam 08.00 : 17.00
Buka hari Sabtu :
Jam 08.00 : 13.00

Telepon Call +62 542 851 2815
Telepon Call +62 821 5022 3255
Icon Email info@priglotech.com
Icon Email pib.bpn@gmail.com
Live Chat
Copyright © | Powered by PRIMA INDO BAN
HOME | ABOUT US | BAN BARU | VULKANISIR | TRAINING BAN | REPAIR BAN | KONSULTASI | CAREER | INVESTOR | CONTACT US